Maafkan Dia yang Telah Menyakitimu
Kamu merupakan bagian dari yang tersakiti ? atau bahkan bagian dari yang menyakiti ?
saya cuma mau mengingatkan kamu, bahwa manusia hidup di dunia tidak hanya melakukan 1-1000 kesalahan, lebih dari itu dan bisa berulang. Namun, manusia yang bijak dan cerdas pasti mau belajar dari kesalahan sehingga kecil kemungkinan untuk ia jatuh di lubang yang sama.
Saya, seorang manusia biasa pernah menyakiti maupun disakiti, kamu pun sama bukan ?
ketika kita menyakiti orang mungkin rasanya akan biasa saja "ah dianya aja yang baperan" lhoo, manusia memang memiliki perasaan, gunanya perasaan apa ? atau mungkin kamunya aja yang tidak ber-perasaan ? hehe. Kok jadi main salah-salahan yaa..
Gini, kita tidak bisa menyama-ratakan semua orang, karena semua orang itu tidak ada yang sama sekalipun dia kembar identik, untuk tabiat dan perasaannya tetap saja berbeda. Lalu kita harus bagaimana ??
Jangan menarik kesimpulan terlalu cepat terhadap kesalahan yang dilakukan orang lain. Orang yang berbuat kesalahan bukan berarti ia jahat, sebaik apa pun manusia pasti pernah jatuh dan melakukan kesalahan, begitu pula dengan kita.
Saat berhubungan dengan orang lain, baik dalam hubungan pekerjaan, percintaan, atau hubungan pertemanan, hal yang harus kamu pahami adalah jangan terlalu cepat menilai dan menarik kesimpulan tentang orang lain atas apa yang dilakukan. Cobalah untuk menempatkan dirimu pada posisi mereka. Dengan begitu, kamu akan lebih mengerti dan memahami tindakan atau keputusan yang mereka pilih. Harapannya, saat mereka melakukan kesalahan akan mudah bagi kamu untuk memaafkannya. Pahami betul bahwa kesalahan yang mereka buat merupakan ketidaksengajaan.
Dari caranya meyelesaikan masalah dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukannya maka kamu dapat melihat karakter asli darinya. Dan, disaat itulah kamu baru bisa menilai karakter seseorang.
Keuntungan dari memposisikan diri kita sebagai 'dia' juga memungkinkan kita untuk menyadari apakah kesalahan tersebut memang berasal dari dirinya atau bahkan ternyata kita sendiri yang menaruh harapan tinggi terhadapnya ? sehingga hal yang tidak dilakukannya menjadi sebuah kesalahan yang sangat fatal bagi kita, benar bukan ? Terkadang banyak dari kita tidak menyadari sebagian hal kecil yang sebenarnya bersumber dari diri kita sendiri.
Maka dari itu, fokuslah terhadap hal baik dan positif yang bisa kamu usahakan serta berlapang dadalah. Jangan biarkan luka yang kamu terima membuatmu menjadi pembenci dan pendendam. Jangan biarkan kepahitan mencuri pribadimu yang manis.
Aku termasuk orang yang jika ada kesalahan dalam suatu hal apapun aku lebih baik memikirkan dulu kenapa dia melakukan itu atau kenapa dia bisa melalukan hal seperti itu jadi simple nya engga suka langsung mengambil kesimpulan aku lebih suka memikirkannya terlebih dahulu baru mengambil kesimpulan, jadi menurut kaka kalo fikiran seperti ini diharuskan atau tidak diharuskan?
ReplyDelete