Bagaimana Sikap Skeptis dan Overthinking Mengacaukanmu
Kalau kalian datang ke blog saya ini, mungkin kalian sedang mencari tau apa itu skeptisisme atau yang biasa di kenal dengan sebutan skeptis. Atau bahkan kalian memiliki rasa skeptis itu sendiri ?
Disini saya akan berbagi ke kalian tentang pengalaman saya sendiri sebagai penganut skeptis yang tingkatannya bisa di bilang hampir akut lah ya.. Saya merupakan tipikal orang yang terlalu banyak pikir. Eh ? gimana tuh maksudnya ? bukannya hidup itu harus berpikir ? BETUL! hidup memang harus berpikir, tapi apa jadinya kalau sesuatu hal kecil yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan, malah menjadi suatu beban yang terus terusan dipikirkan sampai membuat tidak mau makan, tidak mau mandi dll. haha lebay ya ? banget!
Saya sendiri memang seperti itu adanya. Celakanya, dalam urusan percintaan dan kehidupan sehari-hari juga begitu. Saat saya memiliki masalah kecil, pasti saya akan memikirkan masalah itu serumit mungkin. Itulah yang dinamakan overthinking.
fast forward ke pengalaman pribadi saya.
Kalau lagi patah hati, memang bisa membuat orang yang mengalaminya jadi mendadak produktif. Sama halnya dengan yang saya lakukan sekarang. Lalu skeptisnya seperti apa ?. Yap, Saya baru saja putus cinta dengan kesalahan yang saya buat sendiri. Dengan sikap skeptis saya yang tidak bisa di tolerir lagi. Bagaimana tidak, hampir setiap hari saya selalu berpikir "apa iya ada orang yang bisa menerima saya apa adanya ? ah! rasa-rasanya ga mungkin tuh..". Hingga si Doi jenuh juga ngadepin saya yang begini.
Hal ini tentu membuat kita selalu merasa kurang percaya diri, bahkan bisa sampai tidak percaya dengan siapapun sekalipun dia orang terbaik. yang akhirnya ini bisa merusak segalanya sampai nyaris merusak masa depan sendiri.
untuk orang yang skeptis dan overthingking, ia tidak akan mudah percaya dengan apapun serta siapapun, dan selalu banyak memikirkan hal yang tidak perlu untuk dipikirkan. tentu hal ini dapat menghambat perkembangan hidup seseorang bukan ?
Untuk kalian, yang seperti saya. kalian tidak perlu minder kalau kalian memiliki sifat skeptis dan overthinking. Percayalah, dibalik itu semua pasti ada sisi positif seperti, kalian jadi bisa memilih dan memilah suatu hal yang kurang baik. Atau kalian jadi tidak mudah dibodoh-bodohi oleh orang lain. Namun, kalian juga harus ingat sesuatu yang berlebihan itu sudah jelas tidak baik. Ada kalanya mulai dikurangi sedikit demi sedikit. Caranya gimana ? ya, kalian belajar berpikir segala sesuatu hal sewajarnya saja. dan yang paling utama positive thinking terhadap apapun. Tanamkan bahwa kalian adalah jiwa yang sempurna, dengan segala kelebihan dan kekurangan masing masing.
tapi suka sulit untuk poitive thinking sama suatu hal. kaya banyakk bgt yg dipikirin dari yg positive sampai negative. dan itu yg bikin fokus sulit terbagi, alias kita ngga bisa mikirin yg lain, cuma mikirin 1 hal itu yg sangat2 mengganggu. gimana dong?
ReplyDeleteHalo, Selera Shalihah. Salam kenal ya. Memang memiliki banyak pikiran sudah menjadi fitrah manusia. Sayapun merasakan hal itu, namun yg biasa saya lakukan ketika pikiran negatif sedang menggunung2, alangkah baiknya dialihkan kepada kegiatan lain yang lebih positif. orang yang berpikir positif bukan berarti tidak memikirkan dan mengabaikan sisi negatif yang mungkin memang ada. berpikir positif berarti optimis, tetapi tetap memikirkan kemungkinan negatif yang ada dan memiliki kesiapan serta mampu mengatasai hal tersebut. Semoga membantu yaa. Senang bisa berdiskusi :)
Delete